​Kisah Rosmanila M, Wakaf Polis Asuransi Untuk Almarhumah Ibunda.

Abuzakir Ahmad Wed 13 Jan, 2016

​Kisah Rosmanila M, Wakaf Polis Asuransi Untuk Almarhumah Ibunda.

Gb : Rosmanila Mahajaya

Rupanya Rosmanila Mahajaya, tidak mengetahui ternyata masih ada bentuk wakaf lainnya selain mewakafkan harta benda berupa sebidang tanah untuk pembangunan tempat ibadah berupa Mesjid, Yayasan dan harta benda lainnya.

Rosmanila dan suaminya Suseno (54) datang kekantor Wakaf Al-Azhar Peduli Ummat, Selasa (12/1/2016) di Jalan Sisingamangaraja Kebayoran Baru Jakarta Selatan itu langsung menemui Direktur Wakaf Al-Azhar Mohammad Rofiq Thoyyeb Lubis dan langsung akad menyerahkan uang WakafAl-Azhar Asuransi Polis Syariah dengan nilai 85 juta rupiah.

Awalnya, perempuan kelahiran Palembang 49 tahun lalu yang berdomisili di Bekasi itu mengaku mendapat informasi dari sesama Leader, Anto Susanto. Anto merupakan Leader dari Prudential Life Assurance yang yang pernah mengikuti training wakaf dikantor Wakaf Al Azhar Peduli Ummat dan training di Proexelen, Kuningan Mulya Multivision Tower oleh Trainer Harry Purnomo, selaku Tim 12 Wakaf Al-Azhar.

"Alhamdulillah, hati saya makin terbuka dan mungkin ini suatu hidayah karena yang saya ketahui selama ini, orang berwakaf itu hanyalah orang yang memiliki jumlah uangnya besar alias kaya dan tanha yang luas. Ternyata banyak cara untuk beramal dengan membuka kuantum atau membuka Wakaf Polis Asuransi Syariah yang dibayar tunai dengan wakaf berkala, "katanya.

Rosmanila merasa terdorong untuk menjadi Wakif karena belum puas membahagiakan ibunya yang meninggal beberapa tahun lalu. Jadi, inilah yang diniatkan untuk ibunda karena menurutnya, yang ditinggalkan orang yang sudah meninggal itu adalah anak yang saleh, amal jariah dan ilmu bermanfaat.

"Mudah-mudahan wakaf ini bermanfaat bagi almarhumah Ibu saya. Mudah mudahan dilapangkan kuburnya, amal ibadahnya diterima Allah sehingga kelak akan dimasukkan pada golongan orang yang dirindukan Surga, "do'anya sambil mengusap air mata.

Kehadiran Wakaf Al-Azhar tentu membuka mata hati siapa pun yang ingin berbuat baik selain untuk keselamatan orang tua yang sudah meninggal. Juga bermanfaat untuk ummat Islam di dunia terutama di negara Indonesia, seperti untuk beasiswa, kegiatan sosial dan dakwah.

Sebagai wakif atau pelaksana wakaf tentu Rosmanila tidak bisa bekerja sendiri. Baginya lebih baik bekerja ditempat yang terarah, seperti keinginannya untuk menjadi Wakif di badan Wakaf Al-Azhar.

Rasa salut dan terharu Ibu 4 orang anak itu menceritakan tentang ibunya dimana cerita itu bukan bermaksud untuk membuka aib Ibunya yang medapatkan persolan rumah tangga. Persoalan yang membuatnya sedih berkepanjangan dan tertekan bathin, namun selalu tersenyum dan berkorban untuk anak-anaknya termasuk Rosmanila.

"Bagi saya, semenjak ibu masih hidup saya belum puas untuk membalas budi baiknya. Nah dengan keberadaan wakaf seperti ini maka kita jangan merasa berkecil hati. Kita masih memiliki kesempatan untuk membahagiakan orang tua kita yang sudah meninggal.Masih ada kesempatan berwakaf untuk kita persembahkan pada orang-orang yang telah berjasa dalam hidup kita terutama orang tua

Rosmanila hanya berdoa kepada Allah untuk melapangkan kuburan orang tuanya, amal baiknya diterima, segala apa yang menjadi beban dunia atau pernah berutang pada siapa mohon untuk diampuni terima amal baiknya, meninggalkan keturunan yang saleh dan saleha.

Kedepan dia berharap, Wakaf Al-Azhar lebih sukses dan maju termasuk pelayanannya. Juga benar-benar menjalankan amanah untuk mewujudkan Indonesia yang makmur. Negara yang banyak muslim tetap memperlihatkan budaya Islamnya untuk membantu sesama.

Jangan sampai hanya berbicara banyak tentang Islam namun faktanya tidak ada. Lebih baik banyak berbuat dari pada hanya berbicara tanpa melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh Wakaf Al-Azhar saat ini.

"Saya percaya kepada pengelola Wakaf Al-Azhar karena keprofesionalan dalam pengelolaan karena Wakaf Al-Azhar ingin membangun ekonomi Indonesia atau Berjihad (Bangkitkan Ekonomi Rakyat Jadikan Indonesia Hidup dan Damai), "ujarnya. WA-News/ Abuzakir Ahmad