Wakaf Al-Azhar Dan Perkebunan Sawit Di Lampung

Abuzakir Ahmad Mon 04 Jan, 2016

Wakaf Al-Azhar Dan Perkebunan Sawit Di Lampung

Mendengar kata 'Wakaf' tentu pikiran kita akan tertuju pada hamba Allah yang akan mewakafkan sebidang tanah untuk pembangunan berupa mesjid, madrasah, kelurahan, pekuburan dan lainnya. Padahal masih ada lagi istilah 'Wakaf' yang bergerak dan hasilnya juga diberikan pada orang-orang yang lebih membutuhkan. .

"Wakaf yang sudah dijalankan oleh Al-Azhar Mesir yakni Wakaf Al-Azhar Kairo inilah yang sedang kami terapkan di Indonesia, "kata Direktur Wakaf Al-Alzhar Peduli Ummat Indonesia, Ust. Mohammad Rofiq Thoyyib Lubis pada WA-News di Jakarta belum lama ini.

Sekarang, kata lelaki kelahiran Lahat 12 Juni 1970, sudah beberapa Provinsi yang mau membangun perwakilan untuk Wakaf seperti Solo, Jogya, Semarang, Medan dan Palembang dan beberapa daerah lainnya.

"Oh iya, belum lama ini saya bersama rekan-rekan ke Lampung. Kebetulan kita menggerakkan Wakaf ini dari berbagai sektor. Ada yang dari Ustad, pemuda ada pengusaha, perbankkan, asuransi, bahkan dari kepolisian. Bergabung itu semuanya, "ujarnya.

Ia mengaku, di undang rekan-rekan Asuransi Syariah dimana mereka menginginkan, bagaimana mewujudkan perekonomian Lampung itu bisa mandiri karena di Lampung lokasi perkebunan banyak yang bisa dimanfaatkan.

Itulah, semuanya harus bangkit mulai dari perkebunan. Banyak orang termasuk tokoh-tokoh Lampung berinisiatif bagaimana supaya bangkit dan menata daerah bersama.

Perkebunan di Lampung itu ada dua macam penghasilan penduduknya yang lebih menonjol yakni perkebunan Kelapa Sawit dan Singkong.

Ia berpikir, jika petani itu menanam Singkong hingga ribuan hektar maka harus diangkat atau dikelola bagaimana Wakaf perkebunan Singkong itu bisa bermanfaat sebagai roda perkekonomian Lampung.

Begitu juga perkebunan Sawit, bagaimana menghasilkan ekonomi dan menyerap tenaga kerja sehingga mereka tidak berbondong-bondong bersusah payah menjadi TKI dan mencari pekerjaan di kota-kota besar.

Nah, bagaimana caranya? Jika petani itu menanam Singkong hingga ribuan hektar maka tersedia juga pabrik tepung Tapioka. Demikian juga Sawit, harus ada juga pabrik minyak gorengnya.

"Suruh menanam Singkong banyak banyak, tapi pabriknya tidak tersedia maka itu sia-sia, sama saja tidak berniat membangkitkan ekonomi sehingga Singkong hanya dijadikan makanan ternak, "tuturnya.

Jika hal itu dikombinasikan dengan keberadaan Sawit dengan pabrik minyak goreng, maka penduduknya merasa termotivasi berkebun dan tidak perlu jauh-jauh tinggalkan Lampung demi pundi-pundi rupiah atau dolar.

Pada sektor Sawit, semuanya harus memiliki niat yang baik ke hulu dan hilir, kalau Sawit ditanam diwilayah itu tentu harus mencari celah, bagaimana bekerja sama dengan masyarakat dan masyarakat ikut bergabung untuk Wakaf.

Semuanya sepakat soal harganya karena harganya sering dipermainkan. Permainan harga itu kata Ust. Rofiq, sapaan akrabnya, bukan masaalah internasional, itu masaalah para pemain Sawit. Diibaratkan seperti permainan sepak bola, ambil ancang-ancang, maju, mundur dengan berbagai strategi.

"Kasihan juga masyarakat dibuat seperti bola, "tambahnya.

Kedepan, bagaimana masyarakat diajak membangun Lampung dan ternyata semangat mereka luar biasa. Orang-orang nasrani juga mensuport namun dipisahkan antara 'Wakaf' dan 'Dana Abadi'.

Menyinggung kepengurusan Wakaf Al-Azhar Peduli Ummat Lampung, Ust. Rofiq menyerahkan kepada masyarakat Lampung itu sendiri yang tentunya harus bersinergi dengan pusat.

Intinya, ia tidak menunjuk siapa mereka yang akan menjalankan Wakaf. Itu adalah inisiatif mereka sendiri untuk menjadi perwakilan Wakaf di Lampung.

Wakaf Al-Azhar Peduli Ummat ini tujuannya baik, yakni mampu membangkitkan sinergi dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Mereka harus mampu mendirikan atau mengelola perekonomian Lampung dengan baik.

"Jadi, dengan Wakaf, maka kita secara tak langsung membantu pemerintah pula. Kalau ini bisa dilakukan maka perekonomian kita menjadi kuat. Pekerja asing masuk kenegeri kita, maka kita adu dan bisa ber-'Wakaf' karena akan memperkuat ekonomi kita. Itulah yg sedang kita lakukan, "tandasnya. Wakaf Al-Azhar News/Abuzakir Ahmad.